Tahap pembuatan batik



Tahap awal :
Tahap awal dari pembuatan batik yaitu menggambar motif batik dikertas, kertas yang biasa digunakan adalah kertas roti atau kertas yang transparan agar memudahkan pada saat menjimplak ke kain. pada tahap ini sangat menentukan batik tersebut akan terlihat indah atau kurang indah. jadi batik berawal dari sini. pembuatan gambar motif batik ada dua macam yaitu untuk batik tulis dan batik cap. untuk batik tulis gambar bisa full dari ukuran kertas roti tersebut, sementara untuk batik cap menggunakan ukuran standar yaitu maksimal 20 x 20 cm.


Untuk batik cap:

1. Pembuatan cap
Setelah gambar motif batiknya dibuat oleh desainer motif dengan ukuran sekitar 18x18 cm, kemudian di buat cap nya dengan cara merangkai lempengan tembaga mengikuti pola tersebut. Pada proses pembuatan cap ini melalui beberapa tahap yaitu pertama, merangkai lempengan tembaga mengikuti pola dan membuat gagangnya. Kedua, untuk merekatkan antar tembaga yang dirangkai tersebut diberikan patri diantara sela sela tembaga tersebut kemudian cap yang sudah di rangkai tersebut dibakar agar patrinya benar benar melekat. Ketiga, meratakan permukaan cap dengan cara di cetak menggunakan cairan Gondorukem (Gandar). Setelah cetakan kering, kemudian permukaan cap si gosong menggunakan gergaji halus yang berukuran kecil. Setelah itu cetakan Gandar tadi di cairkan kembali dan canting cap siap digunakan.

2. Pengecapan
Setelah canting cap siap digunakan, selanjutnya memasuki proses pengecapan yaitu dengan cara meletakkan canting cap di atas lilin/malam yang telah dicairkan menggunakan kompor, kemudian di cap pada permukaan kain yang telah diratakan diatas meja cap. Permukaan Meja cap nya di rangkai menggunakan plastik tebal, gabus, karpet, kertas, dan plastik tipis.


Untuk batik tulis :

1.Nyanting.

Proses paling unik dalam pembuatan batik yaitu nyanting. Nyanting adalah melekatkan lilin/malam di atas kain mengikuti pola yang telah di njimplak sebelumnya oleh desainer motif. Proses ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian serta ketekunan tinggi. Proses nyanting membutuhkan waktu yang lumayan lama, bergantung pada tingkat kepadatan dan kerumitan motif.

Dalam proses nyanting ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu pertama, nyanting mengikuti pola yang telah di buat diatas kain. kedua, isen yaitu mengisi bagian bagian tertentu pada motif batik sehingga terlihat lebih indah. Biasanya isen itu dalam bentuk garis garis kecil dan titik titik. Ketiga, nembok adalah menutupi bagian bagian yang akan di pertahankan warnanya menggunakan lilin/malam. Proses nembok ini digunakan untuk membuat batik lebih dari satu warna. Jadi setelah pewarnaan pertama, kemudian di tembok/ditutupi bagian yang akan di pertahankan warnanya menggunakan lilin/malam.


Proses pewarnaan.

Setelah melalui proses nyanting, selanjutnya masuk pada proses pewarnaan. Pewarna yang digunakan ada dua macam yaitu pewarna sintetis dan pewarna alam. Pewarna sintetis terbuat dari bahan kimia, dan pewarna alam menggunakan kayu/kulit kayu, akar, daun tumbuh tumbuhan dari lingkungan sekitar seperti secang, tingi, jalawe, kunyit, tarum, daun jati dan lain lain dari lingkungan sekitar.
Meskipun warna yang di hasilkan dari pewarna alam tidak secerah pewarna sintetis tapi batik yang menggunakan pewarna alam lebih mahal dibanding batik yang menggunakan pewarna sintetis Karena proses pewarnaan alam menggunakan waktu yang cukup lama dibanding menggunakan pewarna sintetis.

Proses terakhir nglorod

Proses paling terakhir dalam pembuatan batik adalah nglorod/pelepasan lilin/malam dari kain yang sudah di canting atau di cap tersebut dengan cara di rebus menggunakan air yang telah dicampur soda AS dan jika ingin lebih mempermudah proses nya ditambah water glass hingga lilin/malam benar benar lepas dari kain. Selanjutnya dibilas dengan air bersih kemudian dijemur. Proses penjemuran sebaiknya jangan dibawah terik matahari langsung agar warnanya tidak pudar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik cap motif Mangrove